HARAPAN
Janji palsu (karya desva yulita) Ku hadiahkan sebuah pinta, Berkali-kali pada orang yang Sama, Angin memecahkan rasa, beralun-alun untuk menagihinya, Sang senjapun trus menghampiri, aku trus berbohong pada sang ilahi, bahwa diriku tidak perlu diobati, tapi gubuk-gubuk rindu sudah menyetubuhi, Terlunta-lunta dengan irama kesesatan, Hanya jenungan buktilah yang dapat mengantarkan, Ke biduk nan indah lagi pula sunnah, hingga memutih bercak-bercak uban menyelimuti dinding-dinding kepala, namun, pada endingnya berakhir dengan jambretan ke lumpur yang Hitam legam, Semua bersemaian dalam diam, Mengekang rasa yang tertanam, Hingga lalu-lalang dengan pilu yang menerkam, Sesak di qolbun sudah seperti naugan air yang berdesir mengalir tanpa hambatan, di terpa angin senja meng...